YOGYAKARTA II NAAT -- Momentum 7 Maret 2026 ini bukan sekadar penanda waktu dalam kalender Masehi, melainkan sebuah prasasti hidup tentang konsistensi pengabdian. Genap 37 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X bertahta sejak penobatannya pada Selasa Wage, 29 Rejeb 1921, kita menyaksikan bagaimana kepemimpinan yang berlandaskan falsafah Manunggal Tekad mampu menavigasi zaman yang kian bergejolak.

Sebagai bagian dari keluarga besar Naqobah Ansab Auliya Tis'ah (NAAT), kami memandang kepemimpinan Ngarsa Dalem bukan hanya sebagai otoritas kultural dan administratif, melainkan sebagai manifestasi dari nilai ngayomi (melindungi) dan ngayemi (menenangkan). Sejak beliau menyandang nama BRM Herjuno Darpito hingga diberi amanah sebagai KGPH Mangkubumi, garis hidup beliau adalah pembelajaran tentang kesabaran dan kematangan sebelum memanggul beban sebagai Paugeran rakyat Yogyakarta.

Filosofi Kepemimpinan yang Teduh Tiga puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama GKR Hemas telah menunjukkan sinkronisasi yang harmonis antara tradisi dan modernitas. Bagi kami di lingkungan santri dan pelajar, sosok beliau adalah simbol "Hamengku" yang sesungguhnyaโ€”merangkul semua golongan tanpa membedakan latar belakang, layaknya samudra yang menampung segala jenis air namun tetap menjaga kejernihannya.

Kesabaran beliau dalam memimpin masyarakat Yogyakarta yang heterogen merupakan cermin dari kedalaman spiritualitas seorang pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Beliau adalah jembatan antara masa lalu yang luhur dan masa depan yang penuh tantangan.

Doa dan Harapan Panjang Umur Kami, segenap pengurus NAAT, dengan penuh ketulusan menghaturkan:

"Nderek mangayubagya kaping 37 tahun jumenengan dalem Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X saha GKR Hemas. Mugi Gusti Ingkang Moho Suci tansah paring berkah dalem, kawilujengan, sarta kasehatan ingkang paripurna. Mugi panjenengan dalem panjang yuswa, tetep dados pepadhang ingkang nuntun laku luhur kagem sedaya masyarakat Ngayogyakarta Hadiningrat."

Semoga keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah beliau dalam menjaga amanah Tahta untuk Rakyat. Yogyakarta yang istimewa bukan hanya karena status hukumnya, melainkan karena memiliki pemimpin yang istimewa dalam kesabaran dan kebijaksanaannya.


Diolah dari WAG DPP NAAT yang diteruskan oleh : KH. Abdul Hamid Mujib (Katib Syuriyah DPP NAAT)